DIRI KU, HARGAILAH WAKTU YANG DIKAU MILIKI DENGAN MENGISINYA DENGAN HAL YANG PRODUKTIF.

Pratinjau
Diri ku, hargailah waktu yang dikau miliki dengan mengisinya dengan hal yang produktif.

Dahulu aku kecil dengan tubuh yang mungil, ingin sekali aku menjadi dewasa. Karena menurut ku, papa mama yang merupakan orang dewasa bisa melakukan banyak hal yang tidak bisa ku lakukan dengan tubuh ku yang mungil. Seiring berjalannya waktu, aku pun tumbuh besar. Aku bisa melakukan banyak hal yang tak dapat ku lakukan waktu tubuh ku masih mungil. Seperti mengangkat koper yang berisi beberapa helai pakaian. Namun disaat aku tumbuh besar di usia 7 tahun, itu hal yang mudah bagi ku.

Saat aku 7 tahun, aku mulai berpikir bagaimana caranya untuk hidup mandiri. Tidak membuat orangtua ku terbebani kebutuhan ku yang meningkat. Seperti biaya sekolah dan jajan tiap hari. Aku mulai mengisi hari-hari ku sambil sekolah juga sambil bekerja. Bahkan saat itu, aku bisa memberikan kelebihan uang hasil pekerjaan ku untuk membantu kebutuhan rumah tangga keluarga kami. Mungkin inilah kondisi yang memaksa aku untuk lebih cepat mandiri. Karena aku bukanlah terlahir dari keluarga yang kaya. Di balik itu semuanya, aku mensyukurinya saat aku sudah mengerti lebih banyak hal.

Bisa hidup lebih banyak melakukan hal berarti, akan lebih baik dari pada berpangku tangan.

Pengalaman itu menjadikan ku menjadi lebih suka bekerja, karena dengan bekerja aku dapat memperoleh uang berdasarkan hasil kerja ku.

Namun berjalannya waktu, aku belajar satu hal lagi. Dengan menghabiskan banyak waktu bekerja dan bekerja saja. Tidak akan lebih banyak menghasilkan uang. Namun, orang cerdas bekerja sambil membangun bisnis. Bisnis yang membantu orang menghasilkan banyak pendapatan dan kebebasan waktu.

Setelah dijalani sendiri bisnis yang ku rintis, aku gagal. Karena aku tidak konsisten dalam menjalankannya. Aku menguras tabungan ku. Dan kian hari kian menipis tabungan yang aku miliki.

Di sini aku belajar satu hal lagi. Dalam bisnis harus ada konsistensi dan semangat yang tidak pernah pudar.

Tak berapa lama, teman lama ku menghubungi ku. Dan menawari aku pekerjaan. Dan aku menerima pekerjaan itu. Aku mulai menabung dari hasil yang ku peroleh. Satu tahun kemudian, akupun mulai merasakan ketidak nyamanan dalam pekerjaan yang ku jalani. Ada hal yang membuat hati ku tidak tenang. Dengan sistem kerja seperti ini.

Aku mulai mengatur target dalam secarik kertas. Aku mengingat hal apa yang paling aku inginkan. Aku menemukannya, aku pengen ke Jakarta. Lalu aku membicarakannya pada teman ku. Dari pertanyaannya, kapan? Aku baru sadar, aku belum menentukan tanggalnya. Lalu aku mengambil kalender dan menentukan tanggalnya. Aku booking tiket pesawat, walau aku belum tau dimana aku akan tinggal.

Dalam secarik kertas yang ku tulis, aku ingin bekerja pada perusahaan property. Ke Jakarta aku akan mencari komunitas. Seperti rumah ibadah, dan aku akan membangun kerajaan bisnis ku sendiri.

Seiring waktu berlalu, waktunya sudah tiba. Aku terbang ke Jakarta.







Post a Comment
Powered by Blogger.