RENDAH HATI DIHADAPAN TUHAN


Sabtu, 2 Desember 2017

Daniel 5:17-30 (TB)
17 Kemudian Daniel menjawab raja: "Tahanlah hadiah tuanku, berikanlah pemberian tuanku kepada orang lain! Namun demikian, aku akan membaca tulisan itu bagi raja dan memberitahukan maknanya kepada tuanku.
18 Ya tuanku raja! Allah, Yang Mahatinggi, telah memberikan kekuasaan sebagai raja, kebesaran, kemuliaan dan keluhuran kepada Nebukadnezar, ayah tuanku.
19 Dan oleh karena kebesaran yang telah diberikan-Nya kepadanya itu, maka takut dan gentarlah terhadap dia orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa; dibunuhnya siapa yang dikehendakinya dan dibiarkannya hidup siapa yang dikehendakinya, ditinggikannya siapa yang dikehendakinya dan direndahkannya siapa yang dikehendakinya.
20 Tetapi ketika ia menjadi tinggi hati dan keras kepala, sehingga berlaku terlalu angkuh, maka ia dijatuhkan dari takhta kerajaannya dan kemuliaannya diambil dari padanya.
21 Ia dihalau dari antara manusia dan hatinya menjadi sama seperti hati binatang, dan tempat tinggalnya ada di antara keledai hutan; kepadanya diberikan makanan rumput seperti kepada lembu, dan tubuhnya basah oleh embun dari langit, sampai ia mengakui, bahwa Allah, Yang Mahatinggi, berkuasa atas kerajaan manusia dan mengangkat siapa yang dikehendaki-Nya untuk kedudukan itu.
22 Tetapi tuanku, Belsyazar, anaknya, tidak merendahkan diri, walaupun tuanku mengetahui semuanya ini.
23 Tuanku meninggikan diri terhadap Yang Berkuasa di sorga: perkakas dari Bait-Nya dibawa orang kepada tuanku, lalu tuanku serta para pembesar tuanku, para isteri dan para gundik tuanku telah minum anggur dari perkakas itu; tuanku telah memuji-muji dewa-dewa dari perak dan emas, dari tembaga, besi, kayu dan batu, yang tidak dapat melihat atau mendengar atau mengetahui, dan tidak tuanku muliakan Allah, yang menggenggam nafas tuanku dan menentukan segala jalan tuanku.
24 Sebab itu Ia menyuruh punggung tangan itu dan dituliskanlah tulisan ini.
25 Maka inilah tulisan yang tertulis itu: Mené, mené, tekél ufarsin.
26 Dan inilah makna perkataan itu: Mené: masa pemerintahan tuanku dihitung oleh Allah dan telah diakhiri;
27 Tekél: tuanku ditimbang dengan neraca dan didapati terlalu ringan;
28 Peres: kerajaan tuanku dipecah dan diberikan kepada orang Media dan Persia."
29 Lalu atas titah Belsyazar dikenakanlah kepada Daniel pakaian dari kain ungu dan pada lehernya dikalungkan rantai emas, dan dimaklumkanlah tentang dia, bahwa di dalam kerajaan ia akan mempunyai kekuasaan sebagai orang ketiga.
30 Pada malam itu juga terbunuhlah Belsyazar, raja orang Kasdim itu.


Renungan By : Ko Boy ( Pdt. George Emmanuel Liwandouw, S.Th )
Ay.23 … Allah, yg menggenggam nafas …

Seorang ibu bercerita, bahwa Senin lalu cucunya baru saja dikubur.

Gejala almarhum “hanyalah” pusing² selama ± sebulan.

>>>Ternyata virus menyebar di otaknya.

(BARU) berumur 26 tahun & BELUM (sempat) menikah.

Allah “menggenggam (=BERKUASA trhdp) NAFAS”.

Ketika Ia memperingati kita, jngn CUEK!

>>>JNGN kayak Belsyazar “bebal” (=tdk merendahkan diri, walaupun tujuh tahun melihat ayahnya dihukum Allah – ay.21&22).


Renungan By Ang Cin Hok ( AHOK )
Daniel, orang yang taat pada TUHAN dan rendah hati. Tidak tergiur kekuasaan dan kehormatan. Karena pasti Daniel sadar dan tau, bahwa dia melayani TUHAN yang lebih hebat dari segala raja di dunia. Dan kehormatan yang dia terima dari TUHAN lebih besar dari kehormatan yang diberikan manusia. Hati Daniel tidak tergiur dengan apa yang ditawarkan raja. Namun Daniel, dengan hikmatnya berkata dengan sopan sehingga tidak menyinggung raja. Karena haruslah demikian sebagai seorang murid TUHAN YESUS. Harus berbicara dengan penuh hikmat agar bisa menjangkau orang. Jika orang sudah tersinggung dengan perkataan yang kita katakan. Saya pastikan orang itu tidak akan mau mendengar satupun nasihat kita. Karena pikirannya sudah memblokir perkataan kita. Jadi hendaklah kita selalu dekat dengan TUHAN dan siap dipakai oleh-Nya kapan pun dimana pun. Dan jangan sampai tergiur dengan tawaran yang membuat anda lupa akan janji TUHAN tentang kemuliaan yang akan anda terima diakhir hidup anda setelah menyelesai apa yang seharusnya anda selesaikan dalam hidup anda.

Raja Belsyazar tidak belajar dari apa yang telah dialami oleh orangtuanya, yakni raja Nebukadnezar. Dan karena sikap tinggi hatinya. Yang menggunakan perkakas TUHAN dengan sembarangan. Sehingga akhir hidupnya berakhir tragis. Saya sangat senang dengan istilah yang saya dapatkan berdasarkan pengalaman saya. Bibit yang baik, walau ditanam di tanah yang buruk dan tak dirawat dengan baik. Pasti menghasilkan buah yang tidak baik. Bibit yang tidak baik, walau ditanam ditanah yang tidak baik. Akan tetap menghasilkan buah yang baik. Jika ada perawatan dan pemupukan. Arti dari bibit bisa diartikan sebagai orang. Tanah bisa dikatakan sebagai lingkungan. Perawatan dan pupuk bisa dikatakan sebagai kasih yang diterimanya, dan juga pendidikan yang diberikan kepadanya. Proses tubuh sebatang tanaman saya pikir dipengaruhi oleh lingkungan, perawatan dan pupuk, kemauan hidup dari tanaman itu sendiri dan pertumbuhan yang dari TUHAN.
Sama dengan manusia. Hidup dipengaruhi oleh lingkungan, kasih sayang, kemauan untuk berubah ke arah yang lebih baik, dan TUHAN yang memberikan pertubuhan itu sendiri.

Mari kita belajar dari nast demi nast Alkitab yang kita baca dan renungan yang kami tulis untuk jadi bahan pertimbangan dan menambah pengalaman hidup kita untuk kemuliaan TUHAN YESUS Guru Agung dan Raja kita yang hidup dari dulu, sekarang sampai selama-lamanya. Hendaklah kita belajar, dan terus belajar untuk mempersiapkan diri dipakai TUHAN kapan pun TUHAN ingin pakai kita. Seperti Daniel yang tekun menjaga hubungan baiknya dengan TUHAN.

Saya juga masih terus belajar, karena masih ada rasa sombong dalam diri saya. Saya yakin dan percaya TUHAN akan memampukan saya dan anda. Untuk merendahkan hati dihadapan-Nya. Terpujilah TUHAN. HALELUYAH






Sekat Kamar Mandi & Sekat Toilet
Post a Comment
Powered by Blogger.