BERSATU DALAM TUHAN UNTUK MELAKUKAN KEBAIKAN MENJADI DUNIA SATU KELUARGA

Selasa, 22 Mei 2018

Kisah Para Rasul 2:41-42 (ILT3)
41 Kemudian sesungguhnya, mereka yang menyambut gembira perkataannya itu, mereka dibaptiskan; dan pada hari itu kira-kira tiga ribu jiwa telah ditambahkan.
42 Dan mereka hidup dengan terus bertekun dalam pengajaran para rasul, dan dalam persekutuan, dan dalam pemecahan roti, dan dalam doa.

Orang Percaya Berkumpul dan Bersatu
Kisah Para Rasul 2:43-47 (ILT3)
43 Dan, ketakutan melanda setiap jiwa; dan banyak keajaiban serta tanda-tanda terus terjadi melalui para rasul.
44 Dan semua orang yang percaya selalu berada di tempat yang sama, dan mereka memiliki segala sesuatu bersama-sama.
45 Dan mereka menjual milik dan harta bendanya, lalu membagi-bagikannya kepada semua orang, sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan setiap orang.
46 Dan setiap hari, sambil bertekun dengan seia sekata di dalam bait suci, dan sambil memecahkan roti dari rumah ke rumah, mereka berbagi makanan dengan gembira dan dengan ketulusan hati,
47 seraya memuji Elohim dan memiliki kebajikan terhadap seluruh rakyat. Dan setiap hari Tuhan menambahkan kepada gereja orang-orang yang diselamatkan.

Catatan Ahok : @angcinhok
Kisah Para Rasul ini sangat menginspirasi saya pribadi untuk mengembangkan sistem menjangkau roh dan jiwa-jiwa terhilang.
Menjangkau jiwa dan Roh milik TUHAN YAHWEH.
Mengapa saya bilang jiwa dan roh Tuhan?
Karena manusia pertama diciptakan sendiri dengan tangan Tuhan.
Dan Tuhan sendiri menghembuskan nafasnya.
Jadi, nafas kita berasal dari Tuhan.

Kejadian 2:7 (ILT3)  Dan YAHWEH, Elohim, membentuk manusia dari debu tanah, lalu Dia mengembuskan napas kehidupan ke dalam lubang hidungnya, dan manusia itu menjadi jiwa yang hidup.

Tidak sama seperti hewan dan makhluk hidup lain yang diciptakan Tuhan lewat firman saja.
Untuk sistemnya saat ini sedang dikembangkan dalam pikiran saya dan ada beberapa gagasan yang beberapa kali saya bicarakan ke senior.
Cuman, berharap pada manusia itu selalu mengecewakan.
Jadi saya putuskan, saya yang akan meminta pada Tuhan. Untuk menciptakan sistem sesuai gagasan yang telah diilhamkan-Nya di dalam pikiran dan hati saya.
Sedikit saya buka gagasan itu.
Semua orang yang paling dibutuhkan dam kehidupannya. Makanan, pakaian, tempat tinggal, pengakuan orang lain dan rasa penting dan hasrat yang wajar buat orang dewasa yang sudah memiliki suami/istri.
Itulah kebutuhan jasmani.
Kebutuhan rohani, yakni melakukan persekutuan dengan Tuhan dan sesamanya.
Jika semuanya terpenuhi, maka akan ada damai dan sukacita dari dalam hatinya.
Semua orang dewasa butuh pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Dan semua orang senang dengan namanya liburan, terutama orang kota.
Pada umumnya semua orang pengen punya usaha sendiri dan menjadi bos.
Namun tidak semua orang bisa menjadi bos atau punya usaha sendiri. Kita semuanya sudah ada bagian kita, sesuai dengan pengembangan diri yang kita jalani dalam hidup ini. Tuhan memberikan kepada kita semua kesempatan yang sama. Secara matematika saya katakan 1%. Selebihnya 99% adalah usaha kita sendiri. Saya sangat suka ayat ini.
Amsal 10:22 (ILT3)  Berkat YAHWEH menjadikan kaya, dan Dia tidak menambah kesusahan dengannya.

Dalam ayat ini saya suka karena saya tau, dari TUHAN lah segala berkat. Dan tanpa usaha untuk mengambil berkat yang telah Tuhan beri. Kita sama saja mengabaikan Tuhan. Jadi kita harus terus mengembangkan bakat atau talenta yang Tuhan percayakan kepada kita.
Kembali lagi ke sistem yang ingin saya buat. Saya ingin membangun sebuah perusahaan. Tujuannya menciptakan lapangan pekerjaan untuk menjadi wadah bagi setiap orang yang membutuhkan pekerjaan. Dari sana, saya akan mendidik mereka dari hal sederhana seperti putar lagu memuji Tuhan pencipta langit dan bumi. Sesekali putar film tentang kasih Tuhan ajakin nobar.
Menciptakan lapangan kerja memang tidak mudah jika mengandalkan kekuatan sendiri.
Namun jika ada saling dan mengandalkan Tuhan yang memiliki segalanya. Bagaikan membalikan telapak tangan.
Sama seperti dalam Kisah Para Rasul. Saat mereka saling, saling berbagi makanan, menjual harta untuk dibagi-bagikan ke pengikut. Dan di saat itu ada tekanan dari pemerintahan Romawi. Mereka malah bertambah banyak jumlahnya. Itu semua karena mereka percaya dan mengikuti tuntunan Roh Kudus yang dari pada Tuhan. Mereka saling mencukupkan dan melengkapi. Itulah kunci yang saya temukan dalam Kisah Para Rasul ini.
Semoga apa yang saya harapkan bisa segera saya wujudkan.

YESUS bagaikan sebuah benih yang baik. Dari benih itu, tumbuh dan berkembang. Lalu menghasilkan buah. Dari buah itu, matanglah. Lalu menghasilkan beberapa benih. Dan beberapa benih itu ditanam, mengalami pertumbahan dan akhirnya menghasilkan buah lagi. Sampailah saya, sebagai sebuah benih yang sudah mengalami modernisasi. Dan benih saya akan saya tanamkan, membiarkan bertumbuh dan berbuah berlipat-lipat ganda. Dengan izin Tuhan. Sehingga nama Tuhan yang dari dulu sudah mulia dan agung. Terus dimulaikan dan diagungkan untuk selama-lama.





Sekat Kamar Mandi & Sekat Toilet
Post a Comment
Powered by Blogger.