Sabtu, 19 Mei 2018
Matias Dipilih Menggantikan Yudas
Kisah Para Rasul 1:15-26 (ILT3)
15 Dan pada hari-hari itu, Petrus, sambil berdiri di tengah para murid --kumpulan nama-nama yang bersama dia ada kira-kira seratus dua puluh orang-- dia berkata,
16 “Hai para pria, hai saudara-saudara, haruslah nas ini --yang telah Roh Kudus katakan sebelumnya melalui mulut Daud, tentang Yudas, yang telah menjadi pemandu bagi mereka yang menangkap YESHUA-- digenapi,
17 karena dia adalah orang yang telah terhitung bersama kami dan telah menerima bagian pelayanan ini.
18 Selanjutnya, orang ini memang telah memperoleh sebidang ladang dari upah ketidakbenaran, lalu, karena jatuh dengan kepala lebih dahulu, bagian tengah tubuhnya pecah dan semua isi perutnya terburai.
19 Dan hal itu menjadi maklum di antara semua orang yang tinggal di Yerusalem, sehingga ladang itu dalam bahasa mereka disebut Hakeldama, yang berarti Ladang Darah.
20 Sebab hal itu telah tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah tempat kediamannya menjadi sunyi dan tidak ada orang yang tinggal di dalamnya, dan kiranya orang lain mengambil jabatannya.
21 Karena itu, tentang para pria yang tergabung bersama kami di sepanjang waktu ketika Tuhan YESHUA datang dan pergi bersama kami,
22 yang dimulai sejak baptisan Yohanes sampai pada hari ketika Dia diangkat dari antara kami, satu orang dari orang-orang ini dijadikan sebagai saksi kebangkitan-Nya bersama kami!”
23 Dan mereka menetapkan dua orang: Yusuf yang dipanggil Barsabas, yang juga disebut Justus, dan Matias.
24 Dan ketika berdoa, mereka berkata, “Engkaulah ya YAHWEH, ya pengenal hati semua orang, tunjukkanlah salah satu dari kedua orang ini, yang Engkau pilih
25 untuk menerima bagian pelayanan ini, bahkan kerasulan dari apa yang telah Yudas tinggalkan sehingga dia terjerumus ke tempatnya sendiri.”
26 Dan para rasul membuang undi atas mereka, dan undi itu jatuh pada Matias, dan dia terhitung bersama kesebelas rasul itu.

Catatan Ahok : @angcinhok
Dari kisah mantan rasul Yudas Iskariot.
Kita bisa belajar. Untuk menjaga kepercayaan TUHAN pada kita. Kepercayaan untuk melayani dan memberitakan kabar baik injil keselamatan.
Kepercayaan untuk menunjukkan cinta kasih TUHAN yang begitu besar kepada dunia ini. Dalam kepercayaan itu ada tanggungjawab kita masing-masing sesuai dengan apa yang TUHAN taruh dalam hati kita.

Jangan sampai kepercayaan TUHAN terhadap kita hilang karena ketidak bertanggungjawaban kita.
Sehingga hadiah dari TUHAN yang sebenarnya telat DIA siapkan beralih dari kita, dan menjadi bagian dari orang yang lebih layak dan bertanggungjawab dari kita di mata TUHAN.

Mari jaga kepercayaan dalam kehidupan kita.
Baik kepada TUHAN, diri sendiri, orangtua, saudara kandung, sahabat, teman, dan atasan kita.

Hari ini saya lebih menyoroti soal kepercayaan dan tanggungjawab.

Selamat pagi... Selamat beraktifitas...





Sekat Kamar Mandi & Sekat Toilet
Post a Comment
Powered by Blogger.